Kamis, 30 Juli 2015

Peran Pengetahuan dalam Menyelesaikan Masalah Kita

Kehebatan manusia adalah mempunyai pengetahuan. Manusia memiliki otak dalam kepala mereka untuk memproses dan menyimpan pengetahuan. Hewan mempunyai struktur otak yang berbeda dengan manusia. Otak manusia lebih besar dan istimewa dibanding hewan berukuran kecil bergantung pada fungsi organ. Manusia memiliki kemampuan beradaptasi lebih cepat dibanding hewan dengan menggunakan pengetahuan mereka.

Otak manusia hadir didalam kepala manusia untuk melakukan proses berpikir. Proses berpikir pada dasarnya adalah mengolah informasi menjadi keluaran yang diinginkan manusia. Otak manusia memiliki kemampuan ini. Sehinga informasi dan data diolah sedemikian rupa sehingga, manusia memiliki solusi dalam kepalanya untuk setiap permasalahan yang dialami.

Informasi merupakan hasil olah fakta atau data. Sehingga informasi ini merupakan masukan dan juga sebagai output atau keluaran otak. Data sama halnya dengan fakta, fakta berada pada lingkungan manusia. Dengan menggunakan fakta itu sebagai data mentah, untuk kemudian otak melakukan pengolahan agar menjadi informasi yang berguna bagi dirinya. Setelah menjadi informasi, otak kemudian menyimpan dan mengolahnya lagi menjadi pengetahuan setelah beberapa waktu.

Pengetahuan berasal dari informasi yang diproses berulang oleh otak. Seseorang mempunyai profesi sebagai pakar seperti dokter memiliki pengetahuan yang baik dibidangnya. Pertanyaanpun muncul dibenak kita, kenapa kemampuan setiap diri kita berbeda?. Ada yang menjadi dokter, montir, hakim, akuntan, dan ahli lainnya. Mereka semua mendapatkan keahliannya setelah beberapa waktu mengumpulkan dan mengolah informasi. Misalnya saja untuk seorang dokter umum, harus diwajibkan menempuh jalur perkuliahan minimal 6 tahun. Seorang ahli dibidang teknik minimal menempuh perkuliahan 4 tahun. Proses perkuliahan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi secara terus-menerus. Hal ini berlaku bagi semua pakar dibidangnya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa pengetahuan memiliki tahapan. Untuk dapat dikatakan sebagai pengetahuan memerlukan suatu proses. Proses tersebut diawali dari adanya kumpulan fakta atau data. Untuk kemudian diolah menjadi informasi. Informasi yang terbentuk digunakan dan diaplikasikan berulang-ulang. Dengan begitu, terjadilah pemutakhiran informasi. Setelah mengendap dan diaplikasikan pada berbagai persoalan, kemudian menjadi sebuah pengetahuan. Sebagai contoh, seorang montir mendapatkan kepakarannya dengan diawali mempelajari bagian mesin(fakta/data), kemudian belajar mengoperasikan, melepas, memasang, memperbaiki(informasi). Pada akhirnya, digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan mesin selama beberapa waktu lamanya, sehingga terbentuklah suatu pengetahuan pada diri montir tersebut.


Sebuah fakta atau data menjadi awal dari sebuah pengetahuan. Fakta atau kenyataan pada awalnya dikumpulkan untuk menjadi informasi. Dengan menggunakan informasi tersebut secara berulang akan menjadi sebuah pengetahuan. Pengetahuan inilah yang akan bermanfaat sebagai modal dalam menyelesaikan permasalahan. Apabila kita mempunyai keinginan untuk menguasai sesuatu, maka mulailah belajar dari dasar. Untuk kemudian secara terus menerus mengulang proses tersebut. Ketika pada titik tertentu, maka dengan sendirinya akan dapat dengan otomatis menjadi sebuah pengetahuan yang melekat pada diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar