Kehebatan manusia adalah mempunyai pengetahuan. Manusia memiliki otak
dalam kepala mereka untuk memproses dan menyimpan pengetahuan. Hewan
mempunyai struktur otak yang berbeda dengan manusia. Otak manusia
lebih besar dan istimewa dibanding hewan berukuran kecil bergantung
pada fungsi organ. Manusia memiliki kemampuan beradaptasi lebih cepat
dibanding hewan dengan menggunakan pengetahuan mereka.
Otak manusia hadir didalam kepala manusia untuk melakukan proses
berpikir. Proses berpikir pada dasarnya adalah mengolah informasi
menjadi keluaran yang diinginkan manusia. Otak manusia memiliki
kemampuan ini. Sehinga informasi dan data diolah sedemikian rupa
sehingga, manusia memiliki solusi dalam kepalanya untuk setiap
permasalahan yang dialami.
Informasi merupakan hasil olah fakta atau data. Sehingga informasi
ini merupakan masukan dan juga sebagai output atau keluaran otak.
Data sama halnya dengan fakta, fakta berada pada lingkungan manusia.
Dengan menggunakan fakta itu sebagai data mentah, untuk kemudian otak
melakukan pengolahan agar menjadi informasi yang berguna bagi
dirinya. Setelah menjadi informasi, otak kemudian menyimpan dan
mengolahnya lagi menjadi pengetahuan setelah beberapa waktu.
Pengetahuan berasal dari informasi yang diproses berulang oleh otak.
Seseorang mempunyai profesi sebagai pakar seperti dokter memiliki
pengetahuan yang baik dibidangnya. Pertanyaanpun muncul dibenak kita,
kenapa kemampuan setiap diri kita berbeda?. Ada yang menjadi dokter,
montir, hakim, akuntan, dan ahli lainnya. Mereka semua mendapatkan
keahliannya setelah beberapa waktu mengumpulkan dan mengolah
informasi. Misalnya saja untuk seorang dokter umum, harus diwajibkan
menempuh jalur perkuliahan minimal 6 tahun. Seorang ahli dibidang
teknik minimal menempuh perkuliahan 4 tahun. Proses perkuliahan
adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi secara
terus-menerus. Hal ini berlaku bagi semua pakar dibidangnya.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa pengetahuan memiliki
tahapan. Untuk dapat dikatakan sebagai pengetahuan memerlukan suatu
proses. Proses tersebut diawali dari adanya kumpulan fakta atau data.
Untuk kemudian diolah menjadi informasi. Informasi yang terbentuk
digunakan dan diaplikasikan berulang-ulang. Dengan begitu, terjadilah
pemutakhiran informasi. Setelah mengendap dan diaplikasikan pada
berbagai persoalan, kemudian menjadi sebuah pengetahuan. Sebagai
contoh, seorang montir mendapatkan kepakarannya dengan diawali
mempelajari bagian mesin(fakta/data), kemudian belajar
mengoperasikan, melepas, memasang, memperbaiki(informasi). Pada
akhirnya, digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan mesin
selama beberapa waktu lamanya, sehingga terbentuklah suatu
pengetahuan pada diri montir tersebut.
Sebuah fakta atau data menjadi awal dari sebuah pengetahuan. Fakta
atau kenyataan pada awalnya dikumpulkan untuk menjadi informasi.
Dengan menggunakan informasi tersebut secara berulang akan menjadi
sebuah pengetahuan. Pengetahuan inilah yang akan bermanfaat sebagai
modal dalam menyelesaikan permasalahan. Apabila kita mempunyai
keinginan untuk menguasai sesuatu, maka mulailah belajar dari dasar.
Untuk kemudian secara terus menerus mengulang proses tersebut. Ketika
pada titik tertentu, maka dengan sendirinya akan dapat dengan
otomatis menjadi sebuah pengetahuan yang melekat pada diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar