Untuk
mengetahui lebih dalam tentang kecerdasan buatan, alangkah baiknya
kita mengetahui pengertian kecerdasan itu sendiri terlebih dahulu.
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, Pengertian kecerdasan
adalah kesempurnaan perkembangan akal budi. Dari pengertian tersebut
jelas bahwa manusia memiliki kecerdasan apabila mempunyai
kesempurnaan akal. Manusia menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan
setiap masalah yang dihadapi. Hal ini berarti manusia memiliki
kemampuan untuk belajar pada setiap kondisi. Ketika manusia tidak
didesain untuk hidup di air, maka manusia membuat peralatan agar
dapat hidup di air. Manusia mempelajari setiap masalah dan mempunyai
kemampuan mendapatkan solusi dari masalah tersebut.
Kata
yang menyusun kecerdasan buatan berikutnya adalah kata buatan. Buatan
berasal dari kata dasar buat, yang berarti lakukan atau bikin.
Sehingga, buatan berarti sesuatu yang telah dibuat atau hasil
kerjaan.
Kecerdasan
buatan terdiri dari suku kata kecerdasan dan buatan. Jika Anda
mengkombinasikan arti kedua kata tersebut berarti kesempurnaan
perkembangan akal budi dalam menghasilkan sesuatu. Kecerdasan selalu
dikaitkan dengan manusia. Manusia memiliki kelebihan dalam proses
berpikir jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain yang ada di
bumi. Hal ini juga berarti, kecerdasan yang sengaja dibuat atau
diciptakan oleh manusia. Oleh karena itu, kecerdasan buatan cenderung
mengarah kepada hasil ciptaan manusia yang memiliki kemampuan
kecerdasan mirip kecerdasan manusia.
Pengertian
kecerdasan buatan secara umum adalah kecerdasan entitas ilmiah.
Bahkan, secara nyata kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu
pengetahuan computer
science.
Ilmu yang dikaitkan dengan sebuah komputer atau mesin yang didalamnya
terdapat metode-metode kecerdasan berpikir manusia. Manusia mulai
berpikir tentang satu hal, yaitu bagaimana manusia berpikir dan
belajar. Cabang ilmu ini mempelajari suatu algoritma atau tata aturan
kecerdasan manusia yang disimbolkan dalam bentuk logika dan baris
perintah.
Istilah
Kecerdasan buatan pertama kali diperkenalkan oleh John McCarthy pada
tahun 1956 dalam konferensi pertama tentang AI(artificial
intelligence). Selain itu, menurut Luger(2008) dalam bukunya
menceritakan pengertian kecerdasan buatan adalah suatu cabang ilmu
computer
science
yang berkonsentrasi pada otomasi tingkah laku kecerdasan. Sebagai
landasan munculnya istilah kecerdasan buatan adalah diawali konsep
Rene Descartes pada awal abad 17 tentang tubuh hewan merupakan
sekumpulan mesin-mesin yang rumit. Untuk selanjutnya diterjemahkan
oleh Blaise Pascal dengan menciptakan mesin penghitung digital
mekanis pertama pada tahun 1642. Hal inilah yang melandasi
berkembangnya ilmu tentang kecerdasan sampai saat ini.
Dari
beberapa uraian diatas dapat kita ambil hal mendasar yaitu,
pengertian kecerdasan buatan bertumpu pada 2(dua) hal. Pertama,
kecerdasan buatan berhubungan langsung dengan studi proses berfikir
manusia dan kedua, kecerdasan buatan berkaitan dengan
merepresentasikan proses tersebut melalui mesin(komputer, robot,
dll).
Kecerdasan
buatan berusaha merubah suatu mesin(komputer, robot, dll) menjadi
mirip perilaku manusia. Untuk meniru perilaku manusia, mesin harus
menguasai perbagai hal. Dalam ilmu kecerdasan buatan dipelajari
tentang cabang-cabang yang membentuknya. Sehingga suatu mesin
dikatakan dapat meniru perilaku manusia dapat dilihat dari cabangnya.
Dalam
kecerdasan buatan terdapat cabang ilmu yang dipelajari. Berikut
adalah contoh cabang tersebut yaitu(pencarian, pengenalan pola,
representasi, inferensi, pengetahuan dan penalaran, belajar dari
pengalaman dan lain-lain).
Pencarian
merupakan cabang ilmu kecerdasan buatan yang harus dipelajari. Setiap
solusi yang dihasilkan didapatkan dengan cara memilih dari puluha,
ratusan bahkan jutaan solusi. Proses pemilihan ini memerlukan
algoritma pencarian yang tepat.
Pengenalan
pola
adalah salah satu cabang ilmu kecerdasan buatan untuk mendapatkan dan
mengenali pola data. Didalam sekumpulan data baik data terlihat tidak
berhubungan maupun berhubungan pasti memiliki suatu model atau pola
tertentu. Pola ini kemudian ditemukan dengan metode yang ada pada
pengenalan pola. Hasil dari metode ini berguna untuk membantu dalam
pengambilan keputusan. Seperti, kita melihat pola perkembangan saham
dalam sepekan sehingga kita dapat melakukan prediksi ataupun
mengambil keputusan tentang saham.
Representasi
merupakan cara menggambarkan fakta kedalam simbol logika matematis.
Fakta atau data masukan terlebih dahulu diubah kedalam simbol-simbol
atau logika matematis agar dapat dihitung dan dilakukan analisa
menggunakan algoritma kecerdasan buatan.
Inferensi
melakukan proses pengambilan keputusan. Dalam kecerdasan buatan
metode inferensi digunakan untuk memberi kesimpulan terhadap
perhitungan algoritma tertentu. Kalau kita analogikan kepada manusia
adalah sama halnya dengan proses berpikir dalam pengambilan
keputusan.
Penalaran
biasanya dikaitkan juga dengan proses inferensi. Karena dalam
penalaran terdapat pencarian logika dan pertimbangan fakta atau
silogisme yang masuk akal.
Belajar
dari pengalaman adalah cabang ilmu kecerdasan buatan yang dapat
memperbaiki pengetahuan dengan sendirinya. Jika sebuah mesin atau
sistem melakukan kesalahan dalam mengambil kesimpulan, kemudian
terdapat koreksi oleh manusia maka hal ini menjadi data pengetahuan
baru baginya. Sehingga sistem atau mesin tersebut akan memiliki
pengalaman lebih baik dari sebelumnya.
Artikel Berikutnya:
Perkembangan kecerdasan Buatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar