Selasa, 04 Agustus 2015

Apa Itu Kecerdasan Buatan ?

Untuk mengetahui lebih dalam tentang kecerdasan buatan, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian kecerdasan itu sendiri terlebih dahulu. Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, Pengertian kecerdasan adalah kesempurnaan perkembangan akal budi. Dari pengertian tersebut jelas bahwa manusia memiliki kecerdasan apabila mempunyai kesempurnaan akal. Manusia menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Hal ini berarti manusia memiliki kemampuan untuk belajar pada setiap kondisi. Ketika manusia tidak didesain untuk hidup di air, maka manusia membuat peralatan agar dapat hidup di air. Manusia mempelajari setiap masalah dan mempunyai kemampuan mendapatkan solusi dari masalah tersebut.



Kata yang menyusun kecerdasan buatan berikutnya adalah kata buatan. Buatan berasal dari kata dasar buat, yang berarti lakukan atau bikin. Sehingga, buatan berarti sesuatu yang telah dibuat atau hasil kerjaan.

Kecerdasan buatan terdiri dari suku kata kecerdasan dan buatan. Jika Anda mengkombinasikan arti kedua kata tersebut berarti kesempurnaan perkembangan akal budi dalam menghasilkan sesuatu. Kecerdasan selalu dikaitkan dengan manusia. Manusia memiliki kelebihan dalam proses berpikir jika dibandingkan dengan makhluk hidup lain yang ada di bumi. Hal ini juga berarti, kecerdasan yang sengaja dibuat atau diciptakan oleh manusia. Oleh karena itu, kecerdasan buatan cenderung mengarah kepada hasil ciptaan manusia yang memiliki kemampuan kecerdasan mirip kecerdasan manusia.

Pengertian kecerdasan buatan secara umum adalah kecerdasan entitas ilmiah. Bahkan, secara nyata kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan computer science. Ilmu yang dikaitkan dengan sebuah komputer atau mesin yang didalamnya terdapat metode-metode kecerdasan berpikir manusia. Manusia mulai berpikir tentang satu hal, yaitu bagaimana manusia berpikir dan belajar. Cabang ilmu ini mempelajari suatu algoritma atau tata aturan kecerdasan manusia yang disimbolkan dalam bentuk logika dan baris perintah. 

Istilah Kecerdasan buatan pertama kali diperkenalkan oleh John McCarthy pada tahun 1956 dalam konferensi pertama tentang AI(artificial intelligence). Selain itu, menurut Luger(2008) dalam bukunya menceritakan pengertian kecerdasan buatan adalah suatu cabang ilmu computer science yang berkonsentrasi pada otomasi tingkah laku kecerdasan. Sebagai landasan munculnya istilah kecerdasan buatan adalah diawali konsep Rene Descartes pada awal abad 17 tentang tubuh hewan merupakan sekumpulan mesin-mesin yang rumit. Untuk selanjutnya diterjemahkan oleh Blaise Pascal dengan menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada tahun 1642. Hal inilah yang melandasi berkembangnya ilmu tentang kecerdasan sampai saat ini.

Dari beberapa uraian diatas dapat kita ambil hal mendasar yaitu, pengertian kecerdasan buatan bertumpu pada 2(dua) hal. Pertama, kecerdasan buatan berhubungan langsung dengan studi proses berfikir manusia dan kedua, kecerdasan buatan berkaitan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin(komputer, robot, dll).

Kecerdasan buatan berusaha merubah suatu mesin(komputer, robot, dll) menjadi mirip perilaku manusia. Untuk meniru perilaku manusia, mesin harus menguasai perbagai hal. Dalam ilmu kecerdasan buatan dipelajari tentang cabang-cabang yang membentuknya. Sehingga suatu mesin dikatakan dapat meniru perilaku manusia dapat dilihat dari cabangnya.

Dalam kecerdasan buatan terdapat cabang ilmu yang dipelajari. Berikut adalah contoh cabang tersebut yaitu(pencarian, pengenalan pola, representasi, inferensi, pengetahuan dan penalaran, belajar dari pengalaman dan lain-lain).

Pencarian merupakan cabang ilmu kecerdasan buatan yang harus dipelajari. Setiap solusi yang dihasilkan didapatkan dengan cara memilih dari puluha, ratusan bahkan jutaan solusi. Proses pemilihan ini memerlukan algoritma pencarian yang tepat.

Pengenalan pola adalah salah satu cabang ilmu kecerdasan buatan untuk mendapatkan dan mengenali pola data. Didalam sekumpulan data baik data terlihat tidak berhubungan maupun berhubungan pasti memiliki suatu model atau pola tertentu. Pola ini kemudian ditemukan dengan metode yang ada pada pengenalan pola. Hasil dari metode ini berguna untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Seperti, kita melihat pola perkembangan saham dalam sepekan sehingga kita dapat melakukan prediksi ataupun mengambil keputusan tentang saham.

Representasi merupakan cara menggambarkan fakta kedalam simbol logika matematis. Fakta atau data masukan terlebih dahulu diubah kedalam simbol-simbol atau logika matematis agar dapat dihitung dan dilakukan analisa menggunakan algoritma kecerdasan buatan.

Inferensi melakukan proses pengambilan keputusan. Dalam kecerdasan buatan metode inferensi digunakan untuk memberi kesimpulan terhadap perhitungan algoritma tertentu. Kalau kita analogikan kepada manusia adalah sama halnya dengan proses berpikir dalam pengambilan keputusan.

Penalaran biasanya dikaitkan juga dengan proses inferensi. Karena dalam penalaran terdapat pencarian logika dan pertimbangan fakta atau silogisme yang masuk akal.



Belajar dari pengalaman adalah cabang ilmu kecerdasan buatan yang dapat memperbaiki pengetahuan dengan sendirinya. Jika sebuah mesin atau sistem melakukan kesalahan dalam mengambil kesimpulan, kemudian terdapat koreksi oleh manusia maka hal ini menjadi data pengetahuan baru baginya. Sehingga sistem atau mesin tersebut akan memiliki pengalaman lebih baik dari sebelumnya. 

Artikel Berikutnya:
Perkembangan kecerdasan Buatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar