Selasa, 04 Agustus 2015

Perkembangan Kecerdasan Buatan

Untuk mengetahui kecerdasan buatan, alangkah baiknya kita mengenal asal muasal kemunculan kecerdasan buatan. Berawal dari konsep filosofi dan pemikiran membuat manusia berusaha mempelajari bagaimana manusia berpikir. Para filsuf, ahli fisika dan ahli matematika berusaha membuat suatu rumusan kehidupan dalam bentuk logika. Usaha-usaha penelitian inilah yang mengawali munculnya ilmu kecerdasan buatan.


Permulaan berawal dari filsuf dan kemudian memberikan sebuah inspirasi terciptanya kecerdasan manusia. Seperti pada konferensi Dartmouth tahun 1956, terdapat 10(sepuluh) peneliti muda memiliki impian tentang bagaiman memodelkan pola fikir manusia. Mereka membuat suatu hipotesa “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”. Hipotesa ini kemudian menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.

Dengan menggunakan konsep berpikir tentang bagaimana manusia berpikir, maka muncullah berbagai penelitian dan karya di bidan kecerdasan buatan. Salah satunya yang terkenal adalah peneliti Alan Turing dengan mesin yang dapat berdialog layaknya manusia. Alan Turing menelorkan karya ilmiah pertamanya pada tahun 1950. Kemudian muncul kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell dan Herbert Simon. Sampai pada awal abad 20 seorang penemu Spanyol, Torres Y Quevedo membuat sebuah mesin catur yang dapat mengalahkan raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Maka, perkembangan seara sistematis dan industri dibidang ini kemudian dimulai segera setelah ditemukannya komputer digital.

Semenjak John McCarthy memberikan julukan “artificial intelligence” kepada konferensi Dartmouth pada tahun 1956 bermunculan mesin cerdas menandakan awal industri kecerdasan buatan. Dimulai dari pembangunan sistem analisa permasalahan geoemetric dan sistem matematis MACSYMA. Kemudian peneliti AI(Artifiial Intelligence) membangun sistem pakar dalam dunia medis seperti MYCIN(1970-1975). Baik sistem pakar matematis dan bidang medis, keduanya mencuri perhatian peneliti dan industri untuk mengembangkan sistem cerdas dalam membantu operasional industri dan bisnis.


Metode yang banyak digunakan pada industri kecerdasan buatan mulai awal kemunculan sampai saat ini adalah sistem pakar. Sistem pakar berusaha menaruh kepakaran seseorang kedalam sebuah sistem.


Pada zaman modern saat ini banyak bermunculan suatu mesin cerdas. Hal ini menandakan industri kecerdasan buatan terus berkembang. Ditandai munculnya produk smart televis, yaitu televisi yang mampu berinteraksi dengan penonton. Selain itu, pendingin ruangan juga tidak kalah, sebuah pendingin ruangan mampu mengetahui dan mengatur suhu yang tepat untuk ruangan. Selain mesin rumah tangga, terdapat mobil otomatis berhenti jika didepan terdapat halangan atau ada manusia dan masih banyak lagi teknologi kecerdasan buatan.


Pada dasarnya, sistem atau mesin yang dibangun menggunakan kecerdasan buatan berasal dari pengembangan sistem yang dibangun secara konvensional. Sistem atau mesin konvensional dibangun berdasarkan algoritma atau formula matematis yang mengarah kepada suatu solusi. Sedangkan sistem berbasis kecerdasan buatan atau kita sebut AI berbasis representasi serta manipulasi simbolik. Simbolik dapat berupa huruf, kata, atau angka. Simbol ini merepresentasikan sebuah obyek, proses dan hubungan keduanya. Sebuah obyek ini dapat berupa banyak hal seperti manusia, benda, pikiran atau bahkan sebuah fakta. Dari obyek ini kemudian diproses dan menghasilkan sebuah basis pengetahuan yang menjadi dasar sistem dalam memberikan suatu solusi, rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah.

ARTIKEL SEBELUMNYA: APA ITU KECERDASAN BUATAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar