Manusia menjadi istimewa dengan kehadiran otak yang dapat digunakan untuk berpikir. Kelebihan ini tidak ada pada makhluk hidup lain di bumi. Hal ini membuat manusia mampu bertahan disetiap kondisi lingkungan. Pada akhirnya manusia memiliki kecerdasan dengan otaknya.
Pada awal abad 20 diperkenalkan istilah kecerdasan manusia dikenal dengan kecerdasan intelektual. Kecerdasan jenis ini namanya melambung tinggi, sehingga dijadikan sebagai dasar kecerdasa seseorang. Nama lain kecerdasan ini adalah intelligence quotient(IQ). Hingga sekarang, masih banyak orang menggunakannya sebagai standar kecerdasan. Padahal kemampuan otak manusia tidak hanya berdasarkan kecerdasan ini saja. Hal ini dapat dilihat pada struktur otak manusia yang rumit.
Terdapat kecerdasan selain kecerdasan intelektual. Terdapat banyak jenis kecerdasan yang dimiliki manusia. Menurut beberapa pakar pengertian kecerdasan berbeda dengan para psikolog. Menurut psikolog, kecerdasan berarti kemampuan berpikir dalam mengolah sesuatu. Sedangkan menurut pakar lain, kecerdasan memiliki banyak bentuk sebagai contoh kecerdasan perasaan, kecedasan merasakan alam dan seterusnya.
Salah satu jenis kecerdasan adalah kecerdasan kinestetis. Kecerdasan jenis ini berarti manusia memiliki kecerdasan pada tubuhnya. Tubuh yang digunakan untuk bergerak akan memiliki kecerdasan tersendiri. Sebagai contoh seorang petinju seperti Muhammad Ali tanpa berpikir mengeluarkan pukulan secara cepat untuk menanggapi serangan lawan. Gerakan tanpa pikiran seperti itu mirip cara kerja refleks, tetapi pada dasarnya otot, saraf, dan tulang pada daerah gerak tinju memiliki memorinya sendiri.
Setiap indra pada tubuh manusia memiliki memori tersendiri. Hal ini merupakan hipotesis yang didukung oleh penelitian terdahulu. Sebagai contoh, kita ketika berulang kali latihan menembak 3 point bagi olah raga basket, maka lengan atau tangan yang biasa digunakan akan melakukan tembakan dengan tepat tanpa harus menghitung jarak dan ketepatan jatuhnya bola dengan otak. Cukup dengan perasaan yang ada pada tangan, jenis perasaan ini berasal dari saraf dan otot tangan.
Salah satu jenis kecerdasan lain, dapat kita lihat pada indra manusia. Sebagai contoh, seorang montir hanya dengan mendengar suara mesin motor atau mobil saja dapat memprediksikan jenis kerusakannya. Hal ini dapat terjadi dengan pengulangan dan ketekunan yang lama. Telinga, tangan maupun indra tubuh yang lain memiliki memori sendiri terhadap kebiasaan yang ditanamkan pada indra tersebut.
Kecerdasan yang berasal dari keseluruhan tubuh manusia inilah yang membuat perbedaan dari kecerdasan intelektual. Seorang Einstein ditantang Muhammad Ali untuk bertinju, maka Enstein akan dengan sangat mudah dikalahkan. Hal ini terjadi karena kurangnya jam terbang dan memori yang tertanam pada masing-masing indra.
Dari penjelasan sebelumnya membuktikan bahwa kecerdasan itu bukanlah kecerdasan intelektual saja. Tetapi memiliki kecerdasan seorang guru. Hal ini berarti jika anda mahir melakukan sesuatu itu artinya anda memiliki kecerdasan dibidang itu. Seorang montir memiliki kecerdasan untuk mengenali kerusakan mesin hanya dengan mendengar suara mesinnya saja dan mengetahui cara memperbaikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar